Sabtu, 11 November 2017

Tentang tahajud -from stranger on whatsapp

Ketahuilah, bahwa bangun malam tidak mudah kecuali pada org yg diberi tawfiq oleh Allah.. dan kemudahan itu dengan syarat2 sebagai berikut :
- tidak memperbanyak makan dan sebaiknya hanya memperbanyak minum.. krn banyak makan membuat tidur makin banyak dan sulit ntk bangun
- tidak memforsir aktifitas di siang harinya.. krn forsir tenaga akan membuat lelah di malam hari
- melakukan qoylulah (tidur sejenyak di waktu siang) ntk menambah tenaga dlm ibadah di malam hari
- tidak bermaksiat di siang hari, krn maksiat membuat hati keras dan itu menghambat rahmat Allah
- meninggalkan sifat dengki dan menjauhi perbuatan bid'ah
- menambah rasa takut dalam hati serta memendekkan angan2
- mengetahui keutaman dan fadhilah bangun malam melalui ayat2 quran dan hadis2 Nabi niscaya akan semakin berharap pahala yg besar dr Allah
- dan paling mulianya dorongan untuk bangun malam ialah cinta kepada Allah dan iman yang kuat.. dengan keyakinan bahwa ketika bangun malam, merasa lg berduaan dgn Allah, merasa semua yg ada dlm hatinya di dengar olehNya..
krn kecintaan kpd Allah mendorong seseorang untuk ingin selalu berduaan dengan Nya..

#disadur dr kita *IHYA' 'ULUMIDDIN*#

Allahuma sholli ala sayyidina Muhammad

Sharing from #grupTahfidz on whatsapp (2)

Setelah artikel tentang amalan menguatkan hafalan supaya terhindar dari lupa dan lalai akan hafalan Al-qur'an, selanjutnya akan dipaparkan trik-trik atau kita menraih kenikmatan dalam menghafal Al-Quran. Sound nice, yay? U can imagine when u will meet up with someone who loved, u mist be happy than unspoken in words and unwritten on paper, yaa pokoknya seneng kan? Apalagi kalau sampai berbincang-bincang dan berlama-lama bersama dia. What an memorable moment! Lalu, bagaimana jika something yang kita sayang itu adalah Al-qur'an dan kita bisa berlama-lama menikmati kebersamaan dengannya: membacanya, mengulang-ulang ayatnya, me-muroj'ahnya dan menambah tiap ayatnya.
So, what are the list? Check it out!

AGAR MENGHAFAL AL-QUR'AN TERASA NIKMAT

Berikut ini adalah 8 hal yang Insya Allah membuat kita merasa nikmat menghafal Quran. Tips ini kami dapatkan dari Ust. Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 19 hari (setoran) dan 56 hari untuk melancarkan. Tapi uniknya, beliau mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal.

Pernah beliau menerima telepon dari seseorang yang ingin memondokkan anaknya di pesantren beliau. “Ustadz.. menghafal di tempat antum itu berapa lama untuk bisa khatam??” “SEUMUR HIDUP,” jawab Ust. Deden dengan santai. Meski bingung, Ibu itu tanya lagi “Targetnya Ustadz???” “Targetnya HUSNUL KHOTIMAH, MATI DALAM KEADAAN PUNYA HAFALAN,” jawab Ust. Deden. “Mmm.. kalo pencapaiannya Ustadz???” Ibu itu terus bertanya. “Pencapaiannya adalah DEKAT DENGAN ALLAH,” kata Ust. Deden.

Menggelitik, tapi sarat makna.
Prinsip beliau “CEPAT HAFAL itu datangnya dari ALLAH, INGIN CEPAT HAFAL (bisa jadi) datangnya dari SYETAN”


(Sebelum membaca lebih jauh, saya harap anda punya komitmen terlebih dahulu untuk meluangkan waktu 1 jam per hari khusus untuk Quran. Kapan pun itu, yang penting durasi 1 jam)

Mau tahu lebih lanjut, yuk kita pelajari 8 prinsip dari beliau:

1. MENGHAFAL TIDAK HARUS HAFAL
Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yg berbeda-beda pada tiap orang. Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs–yang mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya–yaitu Imam Asim menghafal Quran dalam kurun waktu 20 tahun. Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yang sudah kita agendakan HANYA untuk menghafal.

2. BUKAN UNTUK DIBURU-BURU, BUKAN UNTUK DITUNDA-TUNDA
Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 adalah WAKTU KHUSUS untuk menghafal misalnya, maka berapa pun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah. Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar-benar kita hafal. Nikmati saja saat-saat ini.. saat-saat ketika kita bercengkrama dengan Allah. 1 jam lho.. untuk urusan duniawi 8 jam betah, hehe. Toh 1 huruf 10 pahala bukan?? So jangan buru-buru… Tapi ingat! Juga bukan untuk ditunda-tunda.. habiskan saja durasi menghafal secara ‘PAS’

3. MENGHAFAL BUKAN UNTUK KHATAM, TAPI UNTUK SETIA BERSAMA QURAN.
Kondisi HATI yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR. Tapi kita sering mendengar kalimat “Menghafal emang kudu sabar,” ya kan?? Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja. Kesannya ayat-ayat itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang ingin cepat-cepat kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (khatam). Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Quran diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN. Untuk apa khatam jika tidak pernah diulang?? Setialah bersama Quran.

4. SENANG DIRINDUKAN AYAT
Ayat-ayat yang sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, itu ayat sebenarnya lagi kangen sama kita. Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe. Coba dibaca arti dan tafsirnya… bisa jadi itu ayat adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita. Jangan buru-buru suntuk dan sumpek ketika gak hafal-hafal. Senanglah jadi orang yang dirindukan ayat.

5. MENGHAFAL SESUAP-SESUAP
Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang-ulang. Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat. Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake sendok nasi (centong) bikin muntah karena terlalu banyak. Menghafal pun demikian. Jika “’Amma yatasaa aluun” terlalu panjang, maka cukuplah “’Amma” diulang-ulang, jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “’Anin nabail ‘Adzim” kemudian diulang-ulang. Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.

6. FOKUS PADA PERBEDAAN, ABAIKAN PERSAMAAN
“Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, 1 saja! maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yg ada di surat Ar-Rahman. Sudah hampir separuh surat kita hafal. Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.

7. MENGUTAMAKAN DURASI
Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada DURASI bukan pada jumlah ayat yg akan dihafal. Ibarat argo taksi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap. Serahkan 1 jam kita pada Allah.. syukur-syukur bisa lebih dari 1 jam. 1 jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari…!!! 5 persen untuk Quran.

8. PASTIKAN AYATNYA BERTAJWID
Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yang ‘telanjur’ kita hafal akan sulit diubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya). Jangan dibiasakan otodidak untuk Quran… dalam hal apa pun yg berkaitan dengan Quran; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Quran.

Artikel ini merupakan catatan dari kajian “Indahnya Hidup dengan Menghafal dan Mentadabburi Quran” bersama Ust. Bachtiar Nasir dan Ust. Deden M. Makhyaruddin di Masjid Al-Falah, 7 Juni 2015.

repost from ifq.or.id

Sharing from #grupTahfidz on Whatsapp (1)

Sudah lama saya bergabung dengan grup Whatsapp bertemakan tahfidz Al Qur'an, di situ saya mendapat banyak pelajaran dan motivasi terkait menghafalkan dan memurojaah Qur'an. Berikut ini beberapa do'a menguatkan hafalan yang bisa diamalkan, khususnya bagi para huffadz.

Bacalah dua ayat ini sebanyak seratus kali dalam sehari.

وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ  (الحاقة 12)

Telinga yang peka akan mendengar peringatan Tuhan

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَى (الأعلى 6)

Akan kami bacakan (Al-Quran) padamu maka kamu tidak akan lupa



2. Do’a sebelum menghafal al-Qur’an.
Imam as-Syadzily menuturkan ”Di antara sebab yang dapat memudahkan dalam menghafal al-Qur’an adalah membaca bait syair dibawah ini:

كَلاَمٌ قَدِيْمٌ لا يُمَلُّ سَمَاعُهُ )*( تَنَزَّهَ عَنْ قَوْلٍ وَفِعْلٍ وَنِيَّةٍ

Al-Quran adalah firman abadi yang tak membosankan untuk didengarkan, ia suci dari segala ucapan, perbuatan, dan niat yang tidak baik

بِهِ أشْتَفيْ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَنُوْرُهُ )*( دَلِيْلٌ لِقَلْبِيْ عِنْدَ جَهْليْ وَحَيْرَتِيْ

Berkat al-Quran lah, saya disembuhkan dari semua penyakit, dan cahaya al-Quran menjadi lentera penerang hatiku dikala aku bodoh dan bingung

فَياَ رَبِّ مَتِّعْنِيْ بِسِرِّ حُرُوْفِهِ )*( وَنَوِّرْ بِهِ قَلْبِيْ وَسَمْعِيْ وَمُقْلَتِيْ

Maka dari itu, ya Allah hiburlah aku dengan rahasia huruf-hurufnya dan terangilah hati, pendengaran, dan mataku dengan cahaya al-Quran

وَيا رَبِّ يا فَتَّاحُ اِفْتَحْ قُلُوْبَنَا )*( وَفَهِّمْ بِهِ قَلْبِيْ عُلُوْمَ الشَّرِيْعَةِ

Wahai tuhanku yang maha pembuka, bukalah hati kami dan berikan kami pemahaman ilmu-ilmu syariat (agama)

وَصَلِّ وَسَلِّمْ يا إلَهِيْ لِمُنْذِرِ )*( عَدَدَ حُرُوْفٍ بالْقُرْآنِ والسُّوْرَةِ

Wahai tuhanku sampaikan shalawat serta salam kepada nabi pemberi peringatan sejumlah huruf dalam al-Quran dan surat al-Quran

3. Bacaan ayat-ayat al-Qur’an untuk mempermudah menghafal.
Bacalah ayat ini sebanyak sepuluh kali dalam sehari, yaitu:

فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ وَكُنَّا فَاعِلِينَ (الأنبياء آية 79)
Maka kami telah memberikan pengertian kepada Nabi Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Nabi Daud. Dan kamilah yang melakukannya.

Setelah membaca ayat tersebut bacalah do’a ini:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا رَبَّ مُوْسَى وَهَارُوْنَ وَرَبَّ إبْرَاهِيْمَ، وَيَا رَبَّ مُحَمَّدٍ -صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِمْ أجْمَعِيْنَ- ارْزُقْنِي الْفَهْمَ وَارْزُقْنِي الْعِلْمَ وَالْحِكْمَةَ وَالْعَقْلَ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Wahai tuhan yang maha hidup dan kekal, wahai tuhan Musa, Harun dan Ibrahim, Wahai Tuhan Muhammad saw berikanlah aku pemahaman, ilmu, hikmah, akal cerdas berkat rahmat-Mu wahai tuhan yang maha pengasih dari orang-orang yang pengasih

4. Faidah supaya kuat hafalan al-Qur’an dan pelajaran.
Dari Ibnu Mas’ud ra. Rasulullah saw. bersabda “Barangsiapa yang takut hilang hafalan al-Qur’annya setelah menghafal dan ilmu pengetahuan setelah belajar maka hendaklah membaca “:

اللّهُمَّ نَوِّرْ بِالْكِتَابِ بَصَرِيْ وَاشْرَحْ بِهِ صَدْرِيْ وَاسْتَعْمِلْ بِهِ بَدَنِيْ واطْلِقْ بِهِ لِسَانِيْ


Dem