Minggu, 17 Desember 2017

Kasus Muslim Rohingya di Myanmar Mengantarkan Tim UIN Suka Juara III Nasional Rabu, 6 Desember 2017 10:59:03 WIB
http://uin-suka.ac.id/id/web/berita/detail/1544/studi-kasus-muslim-rohingya-di-myanmar-mengantarkan-tim-uin-suka 

 Kompetisi-kompetisi keislaman di kancah nasional semakin inten diselenggarakan. Berbagai kemenangan yang kerap diraih mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan semangat tersendiri bagi mahasiswa yang lain untuk menyusul meraih juara. Afrida Arinal Muna, yang sudah beberapa kali meraih kejuaraan, kali ini bersama 2 rekannya, Muhammad Radya Yudantiasa dan Misbah Hudri (ketiganya adalah mahasiswa Prodi Ilmu al Qur’an dan Tafsir), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, kini berhasil meraih kemenangan lagi. Mereka bertiga berhasil meraih Juara III dalam Kompetisi Pembinaan dan Pengkajian Islam melalui lomba karya tulis ilmiah al Qur’an,(LKTI-A) yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Setelah masuk dalam 10 besar tim dari UIN Sunan Kalijaga ini bersaing dengan 9 terbaik dari berbagai universitas di Indonesia dalam babak final pada 17/11/17 lalu, di Universitas Lampung. Tim UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang pada presentasi final diwakili Muhammad Radya Yudantiasa berhasil diposisi juara III melalui karya tulis berjudul “Pandangan al-Qur’an tentang Penindasan (Studi Kasus Muslim Rohingya di Myanmar).” Ditemui selepas lomba di kampusnya Afrida memaparkan, karya ini hadir sebagai tanggapan dari keresahan atas fenomena problem sosial kemanusiaan banyak terjadi. Salah satunya adalah di negara Myanmar. Konflik yang terjadi adalah konflik yang didasari oleh diskriminasi karena perbedaan etnis dan agama. Etnis Rohingya yang beragama Islam tidak diakui dan tidak diberikan kewarganegaraan. Itulah mengapa kerap terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat yang pro pemerintah junta militer dan juga oleh pemerintah Myanmar. Konflik terakhir yang terjadi pada tanggal 25 Agustus 2017. Menyebabkan banyak korban yang melarikan diri ke Bangladesh. Namun, jauh sebelum itu kasus pembantaian terhadap etnis Rohingya muslim telah terjadi sejak 1942. Al-Qur’an jelas melarang segala macam bentuk penindasan karena jelas penindasan itu tidak sesuai dengan maqashidus syari’ah. Hak-hak yang dimiliki manusia harus dijaga agar manusia tetap bisa mempertahankan eksistensi dirinya. Dalam kasus Rohingya di Myanmar, segala aspek-aspek yang mencakup kehidupan dasar manusia dilanggar. Mulai dari agama, jiwa, harta, akal, dan keturunan. Dengan demikian, perlu adanya upaya yang bisa menyelesaikan problematika tersebut. Menurut kami, akar permasalahan dari problem tersebut badalah kurangnya rasa toleransi antar umat satu dengan umat lainnya. Dalam sebuah keragaman, toleransi merupakan sebuah keharusan. Jika toleransi dapat dijalankan dengan baik, mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Dan yang terakhir adalah peran pemerintah Myanmar sebagai pemegang otoritas tertinggi. Dalam beberapa kesempatan PBB sudah mengingatkan agar masalah Rohingya ini bisa diselesaikan dengan cara yang baik. Seharusnya pemerintah Myanmar bisa memikirkan kembali kebijakan yang diambil agar bisa muncul kemaslahatan dalam Negara Myanmar sehingga tidak akan lagi terjadi kasus-kasus diskriminasi kepad akaum Minoritas. Pandangan al-Qur’an terhadap kasus penindasan muslim Rohingya di Myanmar, khususnya problem sosial. Pandangan al-Qur’an tentang penindasan Muslim Rohingya di Rohingya, salah satu tawaran untuk menyikapi kasus kemanusiaan tersebut adalah membingkai tabayyun dalam mengiringi nilai toleransi. Pada kompetisi kali ini, Juara I diraih tim dari Institut Pertanian Bogor dengan judul " TEKO TUBA: Teknologi Konservasi Hulu DAS Tulang Bawang di Lampung Barat Berbasis Al-Qur’an .” Juara 2 tim dari Universitas Negeri Sebelas Maret dengan judul " Analisis Kasus ‘Aul Dalam Pembagian Harta Warisan di QS. An-Nisa (4) ayat 11-12 dengan Metode Pemodelan Matematika Kalkulus Differensial-Integral. " Dan juara 3 berhasil diraih oleh tim dari UIN Sunan Kalijaga dengan ketua tim Muhammad Radya Yudantiasa (Tim Humas)

sumber: Web Uin-suka.ac.id

Minggu, 10 Desember 2017

About Essay (English Edition)

Holaa. I'm back with the same theme: about Writing Essay. I have told it on two titles and this lil article will be the next hehe (I hope you won't be bored 😷). Fyi, I got it from whatsap (like I used to do 😅).
Happy reading!
***

4 things to do before you start writing an essay

As tempting as it might be to just launch into the process of writing, there are important steps to take before actually setting pen to paper (or fingers to keyboard, as it were). These four steps in essay preparation should give you a solid footing before you start the essay-writing process.

1. Plan out your time

Plotting out a schedule for how you plan to approach writing the essay is a crucial first step. You will want to set aside time for effective brainstorming, as well as time for doing the appropriate research. You should also set aside plenty of time for the actual writing of the essay, making sure to leave a one-day gap between first and second drafts.

2. Understand the essay question

This might sound obvious, but grasping the full implications of the essay question or prompt is an important part of the process. Make sure that you set time aside to explore the meaning of the question and think about what you are being asked to do.

Another helpful way to approach an essay question is to break it down. For instance, a standard essay question might include words like analyze, contrast, and illustrate. Spelling out the meaning of these words may help in properly exploring the essay question; for instance, you might think about ‘breaking down an issue into its main features and looking at them in detail’ instead of just ‘analyzing’.

3. Plan and execute your research

Your research for an essay topic should be systematic rather than general. In other words, you should not worry about learning everything that has to do with the subject of your essay. You should target the information that is relevant to the essay question.

Deciding how much research is necessary for the essay is a major consideration. How many books or articles will you need to read? What sorts of online resources will you need to explore? Are there audio/visual sources that you will need to locate?

You will also want to consider what sort of primary sources you might need, and whether or not you should set aside time for gathering original data or planning museum/gallery visits.

4. Organize your material

At this point, you have finished with your research, and have collected all the material needed to write the essay. However, before you begin you should take a moment to step back and re-evaluate the essay question or topic. Consider your approach to the question, the main themes or ideas that are emerging, the arguments you can pursue, and the kind of evidence that you need.

Another important step is outlining the structure of the paper. You are probably aware that an essay needs an introductory paragraph, a main section, and a conclusion, but that basic format should be expanded upon in your specific essay plan. Think about creating an outline of headings for the main section based on the different themes and points you plan to touch on. You might also consider adding drafting notes under these headings to help you once you begin writing.

Sumber : oxforddictionaries

What's ur reason learning many languages?

Sebagian orang ada yang rela bersusah payah belajar beberapa bahasa. Tidak hanya bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang sudah biasa dipelajari, tetapi bahasa asing lainnya, seperti Prancis, Jerman, dan Mandarin. Pertanyaannya, mengapa? Kenapa harus repot-repot belajar many languages padahal jika sudah menguasai satu atau dua bahasa asing saja, rasanya itu sudah cukup?
Nah, berikut ulasan berupa alasan mengapa kita dianjurkan untuk belajar berbagai bahasa yang saya salin dari timeline di Line.
***

Kenapa Sih Kita Harus Repot Belajar Bahasa Asing? Ini Dia Alasan Dan Manfaatnya

Kamu masih beranggapan kalau belajar bahasa asing itu repot dan nggak berguna? Haduh sayang banget kalau kamu masih mikir seperti itu. Di tahun 2015 lalu, kawasan Asia Tenggara – termasuk Indonesia – terintegrasi lebih lanjut menjadi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Nah, supaya kita tak kalah saat menghadapi persaingan terbuka dengan warga negara-negara lain di Asia Tenggara, wajib dong kita jadi lebih melek bahasa-bahasa asing.

Namun nggak hanya tujuan pragmatis di atas, belajar bahasa asing juga akan memberimu limpahan manfaat lainnya. Ini nih beberapa manfaat yang bisa kamu dapetin saat kamu jadi seorang bilingual atau bisa menguasai lebih dari satu bahasa…

1. Bikin Kamu Tambah Cerdas


Menguasai lebih dari satu bahasa (bilingual) ternyata mampu menguatkan otak dan membantu perkembangan otakmu, membuatmu bertambah pintar, bahkan mencegah demensia atau penakit lupa di saat senjamu kelak.

Menurut sebuah penelitian, saat kita menguasai lebih dari satu bahasa, otak kita secara konstan akan sibuk memilih bahasa mana yang akan kita gunakan. Proses pemilihan inilah yang kemudian mampu menguatkan sel-sel otak dan membuat kita bertambah pintar.

Bukti lain yang menyebutkan bahwa orang bilingual lebih pintar daripada monolingual adalah bahwa orang bilingual mampu menyelesaikan teka-teki lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang monolingual.

2. Membuatmu lebih mudah untuk belajar bahasa asing lainnya

Banyak orang berkata bahwa mempelajari bahasa asing untuk pertama kalinya adalah yang paling sulit, namun begitu kita telah mampu menguasai satu bahasa asing, otak kita pun akan lebih mudah untuk menerima bahasa asing lainnya.

Sebagai contoh: saat kita bisa menguasai bahasa Mandarin beserta huruf kanjinya yang bikin mata keriting, kita juga akan lebih mudah saat mempelajari bahasa Jepang dengan Hiragana dan Katakana-nya ataupun bahasa Korea dengan Hangul-nya, yang notabene lebih sederhana dibandingkan dengan kanji.

3. Mau dapat Duit Tambahan, Kan?

Mempelajari bahasa asing tidak hanya berdampak baik untuk otak, kecerdasan dan kesehatanmu saja lho, namun berdampak baik juga pada perkembangan dompet dan tabunganmu, lho.

Dengan menguasai lebih dari satu bahasa kamu akan mampu membuka les privat bahasa asing di waktu malam sedang pada pagi hari kamu bekerja sebagai guru bahasa. Contoh yang lebih besar lagi adalah kamu bisa lebih mudah mendapatkan promosi kenaikan jabatan daripada mereka yang monolingual (lebih-lebih jika kamu bekerja di perusahaan multinasional)

4. Meningkatkan Daya Konsentrasimu

Walaupun seringkali tidak terasa, namun pada dasarnya orang bilingual memerlukan sepersekian detik untuk menentukan bahasa yang sedang didengarnya. Hal ini yang membuat para bilingual lebih tidak gampang terganggu oleh gangguan di sekitar mereka. Artinya, mereka bisa lebih fokus pada hal-hal detail yang menjadi pekerjaannya.

Hasil pemindaian otak menunjukkan bahwa orang bilingual memiliki aliran darah yang lebih tinggi di dalam otak mereka saat mereka mendengarkan sebuah kosa kata (seperti ‘ra’ atau ‘do’), yang berarti mereka lebih fokus, lebih peka dan lebih sensitif, dibandingkan dengan mereka yang bukan bilingual.

5. Memperkaya Pengetahuanmu

Menguasai bahasa asing tentu akan memperkaya pengetahuanmu, terutama pengetahuan-pengetahuan yang terkandung di dalam buku bahasa asing dan tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dengan menguasai bahasa asing tentu saja akan memudahkanmu untuk mengerti dan memperkaya pengetahuanmu.

6. Memudahkanmu Saat Traveling

Satu manfaat yang menyenangkan saat kamu bisa menguasai bahasa asing adalah kamu tidak akan bingung-bingung lagi saat akan traveling ke luar negeri.

Kamu akan bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan warga lokal sehingga kamu akan lebih bisa menikmati, lebih mengerti serta lebih menghargai budaya yang ada di negara tujuanmu. Tentu saja hal ini tidak akan bisa kamu dapatkan jika kamu tidak mengerti bahasa mereka dong?!

7. Mengubah Caramu Memandang Dunia

Tidak hanya bahasa asing, perbedaan bahasa antar daerah di Indonesia juga pasti akan mengubah cara pandang kita tentang dunia.

Contoh yang paling mudah adalah berbedaan makna beberapa kata yang sama di dalam bahasa yang berbeda. Seperti kata cokot yang di dalam bahasa Jawa berarti menggigit sedangkan dalam bahasa Sunda berarti ambil.

Atau apakah kamu tahu bahwa plastik kresek itu disebut dengan “kantong asoy” di beberapa wilayah di Sumatra?

8. Mencegah Penyakit Usia Senja

Pengaruh keterampilan dwibahasa terhadap ketahanan seseorang terhadap demensia atau Alzheimer dikemukakan oleh seorang neuropsikolog dari Universitas California, setelah melakukan penelitian terhadap 44 lansia yang menguasai bahasa Spanyol dan Inggris. Empat puluh empat orang yang ditelitinya ini menunjukkan gejala demensia ataupun Alzheimer rata-rata satu tahun lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang hanya menguasai satu bahasa.

9. Mempermudah Saat Kamu Ingin Daftar Beasiswa Keluar Negeri

Pengen kan dapet beasisiwa dan bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri?

Untuk bisa mendapat beasiswa ke luar negeri tentu saja kamu harus bisa menguasai bahasa di negara tujuanmu itu, yah, paling tidak ngerti aturan dasarnya deh. Nah kalau udah gini, baru sadar deh pentingnya ngerti bahasa negara lain selain bahasa ibu.

Selain itu kamu juga bisa coba gunakan tips-tips ini jika kamu memang niat nyari beasiswa ke luar negeri.

10. Mengajarkan Dua Bahasa (Atau Lebih) Pada Anakmu? Nggak Masalah, Kali

Mulai sekarang kamu nggak perlu ragu ataupun takut lagi untuk mengajarkan dua bahasa (atau lebih?) kepada anak-anakmu kelak. Saat kamu mengajari mereka bahasa asing mereka tidak akan kebingungan kok, mereka akan tetap bisa mengerti dan bisa menguasai bahasa yang kamu ajarkan.

11. Membantu Masyarakat Secara Keseluruhan Dalam Era Globalisasi

Dalam masa globalisasi seperti saat ini, kiranya penguasaan bahasa asing harusnya telah menjadi hal yang wajib kita lakukan. Terlebih lagi jika kita ingin membawa budaya kita ke dunia internasional, maka penguasaan bahasa asing tentu saja menjadi hal yang sangat penting.

Lihat saja Korea Selatan dengan serangan Halyu-nya! Bintang-bintangnya rela untuk mempelajari banyak bahasa seperti bahasa Jepang, Cina dan Inggris untuk menyebarkan budaya mereka, sehingga saat ini mereka menjadi negara dengan budaya pop yang terkemuka di dunia, yang pasti telah membawa kebanggaan bagi masyarakatnya.

So guys itu dia pentingnya belajar bahasa asing, banyak kan manfaatnya buat kita?! Makanya mulai sekarang jangan malas buat belajar bahasa baru ya?!

Sumber : Hipwee

About Essay on Western Educational Style

Postingan sebelumnya I have told about how to make a good essay based in workshop which was held on whatsapp. Nah, kali ini I will talk about the same theme, tapi kali ini more specific. Essay dengan tipe yang lebih tinggi lagi levelnya. Penulisan essay yang disesuaikan dengan educational style di Barat. What an interesting title, isn't it?
Okey, as always ya, I have copied a text from stranger on whatsapp about it.
Let's see!
***

self reminder, persiapan untuk menghadapi western education style.
- dari fb -


SISTEM PENILAIAN ESSAY DI UNIVERSITAS INGGRIS

Di tulisan kali ini, saya akan membahas tentang sistem penilaian essay di universitas Inggris mengingat banyak yang menghubungi saya tentang hal ini. Semoga cukup memberikan gambaran terutama bagi yang akan melanjutkan kesana. Nah, berikut sistem penilaian essay S2 di jurusan saya, MSc TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages), Graduate School of Education, University of Bristol. Bisa jadi ada perbedaan dengan jurusan lain atau dengan universitas lain, tapi insyaaAllah bisa mewakili.

1. SEMUA SERBA ONLINE : APA ITU BLACKBOARD?

Sebelum masuk ke komponen penilaian, kita bahas dulu ya apa itu Blackboard. Blackboard (BB) adalah sebuah aplikasi khusus yang digunakan untuk mempermudah pembelajaran. Di kampus saya, semua mahasiswa memiliki akun untuk mengakses BB. Semua materi kuliah, daftar reading lists alias daftar jurnal/buku apa saja yang harus dibaca, info-info terkait perkuliahan, juga pengumpulan tugas. Dengan kata lain, pengumpulan tugas dilakukan secara online dengan mengupload tugas essay ke BB. Tidak perlu print out tugas dan menjilidnya. Tinggal log in, pilih mata kuliah yang dimaksud, klik bagian assignment. Nanti akan muncul plagiarism test untuk kembali mengingatkan bahwa kita sudah benar benar mengerti apa saja hal yang membuat tugas seseorang dianggap sebagai plagiarisme dan yakin tidak ada plagiarisme dalam tugas kita. Setelah mengisi plagiarism test, akan muncul menu 'assignment submission point' untuk mengupload tugas kita. Saat nilai keluar, mahasiswa juga mengaksesnya via BB.

2. APA YANG DIUPLOAD?

Di jurusan saya, ada 2 bagian yang harus diupload : essay yang kita tulis dan cover sheet yang berisi data tugas (nama mahasiswa, unit mata kuliah, kode unit, judul essay, jumlah kata) dan lembar penilaian (feedback form) yang meliputi komponen penilaian, written comments dari penilai, dan agreed score atau nilai akhir yang disetujui penilai. Nah, di jurusan atau universitas lain ada yang meminta mahasiswa untuk tidak menuliskan nama. Cukup student number saja. Foto-foto ini adalah foto cover sheet yang saya maksud.

3. KOMPONEN PENILAIAN

Bisa dilihat pada foto-foto ini, ada beberapa komponen penilaian. Di setiap komponen, ada 5 tingkatan penilaian dari tingkatan yang bagus sekali hingga yang jelek sekali, yang akan dicentang oleh tim penilai (lihat di foto) berdasarkan kelayakan essay kita. Kita bahas satu satu yaaa.

1) Knowledge and Understanding : sedalam apakah pemahaman mahasiswa tentang materi-materi dalam mata kuliah ini.

2) Approach/ Analysis : kemampuan mahasiswa untuk menunjukkan bukti (evidence), critical thinking, dan kemampuan mahasiswa untuk memaparkan berbagai macam perspective (wide range of perspective).

3) Organisation and Structure : struktur dari essay kita, koheren atau tidak, well structured atau tidak, bagaimana cara penyampaian argument secara logis, dkk (selengkapnya bisa dilihat di foto).

4) Use of Sources : bagaimana kita menggunakan sources/ references dari teori atau penelitian lain di essay kita, apakah kita memamaparkan sources nya hanya dengan cara deskriptif atau ada degree of criticality (tidak hanya mendeskripsikan, namun tetap ada komentar kritisnya), juga tentang referencing style. Kakau di kampus saya, menggunakan Harvard Style. Selengkapnya lihat foto yaa.

5) Style and Presentation : presentasi dari essay kita, termasuk juga di dalamnya mengenai grammar, apakah tugas ditulis dengan bahasa akademik yang bagus, apakah terdapat linguistic errors, dan sebagainya. Selengkapnya lihat di foto.

Nah, karena banyak komponen penlaiannya, jadi belum tentu yang academic writingnya sudah bagus sudah pasti akan mendapat nilai bagus jika essay nya terlalu descriptive alias tidak ada critical thinking di dalamnya :)

Memang, soal critical thinking ini adalah momok terutama bagi mahasiswa Asia karena memang belum terbiasa. Namun tidak perlu khawatir, semua bisa dilatih. Pembahasan khusus mengenai critical thinking insyaaAllah akan saya tulis di tulisan berikutnya, termasuk bagaimana cara menumbuhkan critical thinking yang diajari Dr. Woodfield, supervisor saya.

4. JUMLAH KATA.

Wah, ada pembatasan jumlah kata? Iya. Ada ketentuan berapa jumlah kata maksimal sebuah essay. Di jurusan saya, rata- rata 4000 kata per essay. Boleh kurang atau lebihnya adalah 10% dari jumlah kata yang ditentukan. Jika terlalu kurang atau terlalu over, tentu aka mempengaruhi nilai. Termasuk juga dalam menulis disertasi S2 dimana jumlah katanya adalah 15.000 dengan boleh lebih atau kurangnya adalah 10%. Bahkan, jelas tertulis di aturan disertasi, jika kurang jumlah kata atau terlalu over jumlah katanya, maka disertasi tidak akan dinilai.

5. SIAPA YANG MENILAI?

Seperti yang tertera dalam foto dibawah, ada 2 marker (penilai) disini yang terdiri dari first maker yang merupakan dosen mata kuliah tersebut, dan second marker yang merupakan dosen mata kuliah lain. Nah, kenapa harus ada 2 penilai? Tentu saja untuk menjaga objektifitas dari dosen pengampu mata kuliah tersebut. Bisa saja, kan, dosen memberikan nilai A untuk essay yang sebetulnya sangat tidak layak mendapat nilai A karena ingin menunjukkan bahwa ia berhasil mengajar, atau memberikan nilai D untuk mahasiswa yang tidak ia sukai? Begitu hati-hatinya mereka soal objektifitas dalam penilaian sehingga melibatkan second marker alias dosen lain untuk ikut memberikan nilai juga (meskipun insyaaAllah dosen dosen disini sangat fair). Nilai akhir yang didapat adalah nilai yang disetujui oleh 2 penilai tersebut.

6. BAGAIMANA JIKA GAGAL?

Berdasarkan tingkatan penilaian yang ada di lembar penilaian di foto ini, ada 5 tingkatan penilaian : A, B, C, D, dan E (di jurusan lain ada yang menggunakan sistem angka). Untuk lulus mata kuliah tertentu, mahasiswa harus memperoleh nilai minimal C atau 50 jika menggunakan nilai angka. Bagaimana jika gagal?

Mahasiswa yang memperoleh nilai D atau E dianggap gagal. Nah, di kampus saya, mahasiswa diberi kesempatan sekali lagi untuk resubmission alias mengulang dengan syarat nilainya D dan sebagus apapun essay hasil mengulangnya nanti, ia hanya akan mendapatkan nilai C. Dengan kata lain, yang mendapatkan nilai E sudah fix gagal dimata kuliah tersebut. Juga jika hasil mengulangnya tetap gagal, maka mahasiswa tidak punya kesempatan lagi. Selain itu, di jurusan saya, mahasiswa hanya boleh gagal maksimal 2 mata kuliah saja. Bagaimana jika lebih dari itu? Jika lebih dari itu, pada akhir nanti maka mahasiswa akan dikeluarkan dari kampus tanpa gelar. Tapi, jika memenuhi syarat kredit minimal, mahasiswa akan dikeluarkan dengan diberikan predikat Postgraduate Diploma (bukan gelar master).

Namun, mahasiswa bisa melakukan banding ketika mereka dikeluarkan dengan mengemukakan alasan dan bukti yang kuat, misalnya saja ketika periode essay, mahasiswa sedang dalam kondisi hamil yang membuatnya lemah dan harus bedrest, stress dan depresi yang parah, sakit parah, dan sebagainya. Dikabulkan atau tidaknya, examiner board universitas yang menentukan.

7. PLAGIAT = KELAR HIDUP LO!

Yup, disini, plagiarisme memang dianggap sebagai kejahatan yang sangat serius. Jangan coba coba untuk mencontek tugas orang lain atau copy paste dari internet karena artinya kalian bunuh diri. Universitas memiliki pendeteksi plagiarisme bernama TURNITIN yang begitu 'kejam' mendeteksi plagiarisme, termasuk juga saat kalian melakukan self-plagiarism alias plagiat tugas kalian sendiri yang pernah kalian tulis.

Seperti yang sering saya ceritakan, saya sendiri pernah gagal di salah satu mata kuliah hanya karena (entahlah bagaimana ceritanya saya bisa) ceroboh lupa menulis tanda kutip untuk kutipan langsung sehingga oleh turnitin dianggap sebagai plagiarisme. Bagi yang ketahuan melakukan plagiarisme, maka akan disidang oleh anggota examiner board kampus. Konsekuensinya mulai dari gagal mata kuliah tersebut dan harus mengulang, sampai dikeluarkan tanpa gelar. Beruntung, saya tidak disidang karena kasus saya dianggap tidak begtu serius : hanya karena lupa tanda kutip. Sehingga saya cukup mengumpulkan ulang essay yang sama setelah menambahkan tanda kutip di beberapa kutipan langsung di essay saya.

Well, beginilah sistem penilaian essay-nya. Ngeri? Memang. Tapi ini bukan untuk menakuti, melainkan agar siapapun yang akan lanjut ke luar negeri bisa lebih mempersiapkan diri. Sebab jangan sampai kuliah ke luar negeri hanya karena gengsi, atau mengikuti trend masa kini. Karena belajar di luar negeri betul-betul membutuhkan komitmen yang tinggi :)

Selamat mempersiapkan diri ❤

Salam scholars 😇
Fuji

A Letter to Qur'an Lover

Hello Qur'an Reciter dan para calon Hamilul Qur'an!
Now I will share to you about the letter that was written on the title, as always I got it from stranger in Whatsapp. So, what is it? Check it out!
***
Pesan Untuk Pecinta Al-Quran
(Dr.H.M. Afifuddin Dimyathi, MA / Gus Awis)

1. Jika terasa sempit waktu kita, bacalah Al-Quran, pasti waktu kita akan menjadi berkah dan lapang
2. Segala sesuatu jika kita tinggalkan ia akan menjadi usang dan rusak, kecuali Al-Quran, jika kita meninggalkannya, kitalah yg akan usang
3. Jika kita membaca Al-Quran dan menginginkan petunjuknya diikuti orang lain, maka dahuluilah mereka dalan mengikuti petunjuknya
4. Jika kita membaca Al-Quran, mari kita menjadikannya seolah olah diturunkan untuk kita yang sedang membacanya
5. Jika kita menemukan kalimat Al-Quran yang belum bisa dipahami, jangan memaksakan diri untuk memahaminya, karena kemampuan kita terbatas
6. Ada satu syarat mutlaq dalam usaha memahami Al-Quran, yaitu menghilangkan kesombongan, karena hati yg sombong akan dipalingkan dari Al-Quran
7. Tujuan terpenting Al-Quran adalah sebagai petunjuk, maka, maka mari kita jadikan Al-Quran sebagai petunjuk, bukan hanya sebagai bahan bacaan dan kebanggaan
8. Ketika kita membaca Al-Quran, janganlah kita melupakan hak hak orang disekitar kita, tetaplah tanggap terhadap sekitar kita
9. Jika kita sedang membaca Al-Quran, lalu salah satu orang tua kita mengajak bicara, maka hentikanlah bacaan Al-Quran, dengarkanlah beliau, pandanglah wajah beliau, dan tutuplah mushaf, sampai beliau selesai dengan keperluannya, barulah kita boleh membaca Al-Quran kembali.
10. Jika kita sedang membaca Al- Quran, lalu ada tamu datang, maka hentikanlah bacaan Al-Quran, dan sambutlah tamu tersebut, karena ia dikirim oleh Yang Menurukan Al-Quran
11. Tuntutan yang selalu melekat pada seorang hafidz adalah senantiasa membaca Al-Quran setiap hari
12. Menurut para Ulama, hikmah Al-Quran dibagi menjadi 30 juz itu agar kita mudag menghatamkannya sebulan sekali
13. Jika kita selesai mengkhatamkan Al-Quran, baik bacaan maupun hafalan, sebisa mungkin kita hilangkan rasa bangga karenanya, mari kita ganti dengan rasa syukur, karena bangga dan syukur sangat jauh berbeda
14. Membaca ayat Al-Quran yang sama berulang-ulang akan memberi efek yang berbeda-beda dalam setiap kali bacaan, dan biasanya itu sangat menenangkan dan menentramkan.

Sekedar berbagi ilmu untuk para hafidz dan hafidzah, semangat dalam bersahabat dengan Al-Quran, semangat dalam menghafalnya dan mengamalkannya,
Semoga kita semua dijadikan Ahlul Quran 🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺

How to Make a Good Essay

Beberapa Bulan yang lalu saya pernah mengikuti sebuah seminar online melalui Whatsapp mengenai Bagaimana menulis Essay yang baik, sebuah essay yang dapat menyihir pembacanya, essay yang benar-benar memiliki spirit positif yang dapat ditularkan pada para pembacanya. Seminar ini diisi oleh seorang alumnus kedokteran (maaf saya lupa dia lulusan mana) yang sudah meraih berbagai penghargaan dan memenangkan juara sebagai mahasiswa berprestasi, khususnya dalam pembuatan essay.  Okey, berikut hasil salinan notulen mengenai tips-tips membuat Essay menurut pemateri (yang maaf lagi, say lupa namanya >.<) yang telah saya tuturkan sebelumnya.


*ESAI? Apa sih ESAI itu?*

Kalau menurut KBBI, esai itu karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut pandang pribadi penulisnya.

Mudahnya, esai itu sebuah gagasan/ide yang dijabarkan dalam serangkaian kalimat membentuk suatu pemahaman baru 🙃


*Bedanya sama karya tulis lainnya seperti KTI atau _literature review_?*

Ummmm gini:

*KTI*. Definisi KTI ini juga macem-macem sih ya, kan beberapa universitas ada yang menyebutkan tugas akhir alias skripsi alias laporan penelitiannya itu sebagai KTI. Ada juga yang mendefinisikan KTI sebagai gagasan tertulis yang _pure_ ide bukan hasil penelitian, tapi tetap ya didasarkan pada sumber-sumber yang bisa dipertanggungjawabkan ❣ Biasanya kalau KTI itu susunannya tebal, 20-30an halaman diawalin dari abstrak, latar belakang, tinjauan pustaka, metode penulisan, hasil dan/atau pembahasan, simpulan saran, daftar pustaka. Kalau untuk lomba, formatnya bisa bervariasi tergantung dari si penyelenggara.

*Litrev*. Nah kalau litrev itu bentuk singkatnya KTI. Jadi, formatnya kurang lebih sama seperti KTI, abstrak, label, tipus, metode, hasil dan/atau pembahasan, simpulan saran, daftar pustaka. Tapi lebih tipis, biasanya dibatasi hanya 8-10 halaman gitu. Litrev ini bisa hasil tinjauan pustaka bisa juga hasil penelitian. Bentuknya semacam artikel dalam sebuah jurnal. Kalau untuk lomba, terkadang ada penyelenggara yang menyamakan KTI dengan litrev (sama-sama tebel gitu, 20-30 halaman).

*Esai*. Esai ini ringkas, sama kaya litrev 8-10 halaman tapi formatnya lebih bebas, lebih fleksibel. Ada 3 bagian biasanya, yaitu pendahuluan, isi, penutup. Pendahuluan menjelaskan latar belakang, isi menjelaskan hasil studi pustaka atau pembahasan yang bisa disampaikan dalam bentuk subjudul-subjudul, terus penutup biasanya simpulan saran ditambah dapusnya. Nggak sekaku KTI atau litrev, bisa juga ditulis paragraf aja tanpa subjudul-subjudul.

Dan mungkin, _tanpa disadari_ kalian udah pada bisa dan biasa kok nulis esai dari jaman SD 🎀 HAHAHA

Macam esai itu ada dua, ada esai populer dan esai ilmiah. Bedanya diisi yang bakal dibahas.

Contoh _*esai populer*_ itu seperti motivation letter, cerita tentang pengalaman di sebuah kota, pandangan kita terhadap suatu situasi, suatu inovasi dalam memberikan penyuluhan, dsb. Jadi, lebih santai bukan suatu tulisan yang harus bersitasi tetapi bisa juga tetep pakai sitasi, cerpen juga bisa disebut sebagai esai populer lho. Beda nih sama _*esai ilmiah*_, yang mana biasanya bahasannya lebih berbobot didasarkan pada hasil studi pustaka yang sudah ada sebelumnya.

Di kalangan mahasiswa, biasanya lomba itu lebih ke arah esai ilmiah. Sementara, di kalangan pelajar lomba itu lebih ke arah esai populer. Namun, tidak menutup kemungkinan juga kalau jenis esai yang dilombakan di kalangan mahasiswa atau pelajar sama, sama-sama populer atau sama-sama ilmiah, kan sejatinya serupa 🙃

*Esai yang menarik?*
Umm esai yang menarik itu esai yang gagasannya baru dan aplikatif serta disusun secara simple dan sistematis.

_Nah, biar bisa menarik gimana sih?_
Ya yang pertama pasti dari idenya dulu lah ya. *IDE*, sebuah dasar pemikiran. Nggak harus yang susah atau ribet, yang simpel juga bisa jadi menarik kalo PENYUSUNANNYA oke.
Ide sebenernya bisa dateng darimana aja, kapan aja, dimana aja kalau kalian mau membuka pikiran kalian, kalian lagi bagus moodnya, kalian tertarik, dan emang beneran pengen cari ide. _Optimalkan fungsi pancaindra kita_ 😆
1. Baca buku, artikel, majalah, atau koran. Mulailah mau dari materi berat ke materi ringan atau dari materi ringan ke materi berat, dicoba dulu aja baca-baca, kali tiba-tiba jadi dapet ide.
2. Saat pembelajaran dengan guru atau dosen, ide bisa datang. Perhatikan saja cerita atau materi yang disampaikan olehnya.
3. Saat mengikuti seminar, simposium, atau workshop. Kalau bisa fokus, terkadang banyak ide bisa didapat.
4. Lihat dan bergaul dengan lingkungan sekitar. Dari masyarakat atau bahkan dari keluarga sendiri, ide itu bisa kita peroleh, pasti ada masalah yang bisa diangkat menjadi suatu ide.

Intinya adalah berusaha mendapatkan suatu _*kata kunci*_ 🔑

Kata kunci tersebut bisa seperti puzzle, datengnya nggak langsung barengan, nggak langsung jadi satu kata kunci penuh, datengnya kepotong-potong. Jadi, kita harus bisa menyatukan puzzle itu dulu, menyatukan kata kunci hingga akhirnya menjadi suatu ide yang bisa dikembangin.

Judul lagu D’massive perlu diterapkan dalam pencarian ide, JANGAN MENYERAH 😋 Kalo gampang putus asaan mah, susah mau cepet dapet idenya HIHIHIHI pokoknya kalo sempet kepikir satu ide, sempet dapet suatu kata kunci, simpan dulu aja, tulis aja dulu. Seiring perjalanan waktu, bisa kok pasti bisa satu ide itu mengembang 🤗
Biar idenya jadi cantik, kita harus bisa membuat suatu susunan kalimat yang simple dan sistematis. Awali dulu dengan niat dan motivasi yang kuat buat mulai menulis 💡 Terus bikin deh *outline atau poin-poin* dari ide yang mau dikembangin, dirancang kirakira apa aja nih yang mau ditulis, buat bentuk kasarnya dulu deh. Nggak boleh males dibikin, gimana caranya pokoknya harus ditulis dulu ide yang lewat di pikiran kita 📋 Kalo stuck di tengah-tengah? Yaudah ditinggalin dulu aja, refreshing dulu segerin pikirannya, baru ntar kalo udah balik lagi moodnya dilanjutin 🐍
*Gambar atau tabel* gitu menurut saya oke sih dimasukkin dalam bagian dari sebuah esai, biar nggak bikin males yang baca juga, biar nggak padet isinya tulisan doang. Semisal ada ide tentang budaya, bagus tampaknya kalau bisa menampilkan gambaran budaya yang ingin diceritakan. Semisal ada ide tentang suatu alat, bisa rancangan alatnya dimasukkan sebagai gambaran.

Tonjolin lah bagian *inovasinya*, aplikasinya, kalo bisa sekalian dijabarkan *SWOT* dari ide tersebut, buat suatu bagan. Tapiiiii jangan kebanyakan gambar juga, maksimal 3-5 gambar dan/atau tabel boleh.

Theeeen *quote atau akronim*, bisa diletakkan di awal atau di akhir esai. Mencari quotes yang berhubungan dengan isi dari esai, akronim juga bisa diterapin buat bagian judul. Cukup menarik lho baca bacaan yang bikin orang penasaran hihihi apalagi kalo ini buat suatu kompetisi yang penilaiannya menggunakan presentasi, quote atau akronim bisa menarik perhatian audiens bahkan jurinya hehe tapi quote atau akronimnya yang nyambung ya sama isi materi, jangan OOT. Hehe ✌🏻

Daaaaan untuk meyakinkan bahwa tulisan yang kita buat itu menarik, jangan malas untuk *check n recheck*! Jangan sampai ada typo, jangan sampai ada kalimat inkoheren, jangan sampai menyesal kalau ada hal kecil tapi punya peranan penting justru tidak terkoreksi dengan baik 👻

Ummm…. Apa ya?!?!?!?! 🤔

Tips tricknya harus *terbiasa ikut lomba* 🌞 Harus ada keyakinan dan kemauan yang kuat, berani mencoba, sering berlatih, dan tidak mudah putus asa. Bisa itu karena terbiasa 😉 Jadi, harus bisa bikin *sugesti positif* dulu ke dalam diri sendiri. Semuanya akan mudah kalo kita udah ada keberanian dulu keluar dari zona aman nyaman dan tenang melewati rintangan xoxo! 🤠 Kalau udah nih membiasakan ikut lomba, tapi kok masih gagal-gagal aja, coba instropeksi. Gimana ide kalian, gimana cara menulis kalian, sudah menarikkah? sudah sistematiskah? Coba bikin *evaluasi dan inovasi* dari karya-karya yang sudah pernah kalian buat tetapi belum berkesempatan lolos dalam suatu kompetisi, jangan didiemin aja, sayang dong waktu yang udah kalian buang buat bikin tulisan itu hihihi cari inspirasi baru dan _*keep ur spirit up*_! 💪🏻