I have a lot of questions in my life which hard
to be responsed and descripted. Tentang mengapa aku bisa berada di sini,
misalnya. Atau ketika aku sudah berusaha sekuat tenaga mendapatkan sesuatu, dan
ternyata orang lain lah yang malah mendapatkannya, lantas hal itu makes me envy
as hell karena aku fikir she (or he maybe) wasn’t on position I have been
through, she have never felt how heavy my struggle are, betapa rigorous-nya aku
mendapatkan hal itu. Okay, well those sentence seems so arrogant, don’t them?
But seriously, sometimes if I remembered the miserable fate, I soon get sad so
bad, ugh. Nevertheless, as times goes by I have learned so much lessons from
the hurt thing. Ada hal yang membuatku selalu bangkit ketika apa yang aku
harapkan tidak sesuai ekspektasi dan perjuangnnya. Do you know what is? Yay,
Allah! He is always the reason I stand then survive.
A day ago, I received a text from whatsapp on
group (so many groups I join makes me forget what the name’s group is hahaa)
that awares me about a destiny, tentang takdir, ketentuan Allah, atau yang
dalam istilah tasawuf konsepnya Al Bustami adalah Fana’ul Iradah,
menyerahkan apapun pada sang penentu segala. Demikian I depict the text. Deep
banget, indeed. Pesan whatsapp yang entah dari siapa itu berisi sebuah kisah,
tentang seorang raja dan pengawalnya. Si pengawal ini diceritakan sebagai orang
yang sangat menggantungkan segalanya pada Allah, he said to the king decisively
“Wahai Raja, Allah adalah Maha Sempurna, perbuatan-nya tidak pernah salah”. Once
upon a time, they went to the jungle to hunt, then accidently the moment
happened, the king was attacked by a tiger which caused his little finger
broke. Sang raja marah besar, he yelled then exclaimed to his bodyguard, “Kamu
bilang Allah itu sempurna dalam tindakannya. Lihat sekarang, aku kehilangan
jari kelingking!”. As a response to the king’s whim, wisely he answered, “Iya,
memang benar Tuan. Anda berkata seperti itu karena belum tahu maksud Tuhan
menakdirkan demikian”. Akhirnya mereka pun pulang. Sesampainya di istana, sang
Raja tidak mampu menahan amarahnya atas kejadian tadi, kemudian dengan garang
ia memanggil pengawalnya yang lain untuk menjebloskan sang pengawal bijak
tersebut ke dalam penjara. Meski heran dan merasa tak bersalah atas hukuman tersebut,
namun pengawal bijak itu tetap menurut, dan berkata dalam hati, Allah Maha
Sempurna dan perbuatan-Nya tak pernah salah”. Usai menjebloskannya ke dalam
penjara, the king intented to go the jungle, he wanted to hunt again. But
poorly, there was terrible happening, ketika sedang berjalan-jalan di hutan, ia
diintai oleh orang asing yang pada akhirnya dengan brutal menculik sang raja
untuk dibawa pada gerombolannya dan dibunuh untuk dipersembahkan pada dewa
mereka. Dengan rasa takut yang mencapai klimaksnya, sang raja hanya bisa berdoa
dan pasrah until the miracle happened. Suku tersebut sontak membatalkan rencana
jahat mereka karena melihat amggota badan sang raja yang tak lengkap: tidak ada
jari kelingking di tangannya. Dia tidak bisa dipersembahkan kepada dewa. Dengan
kecewa, finally mereka melepaskan sang raja, dengan gembira, raja pun kembali
ke istananya dan menyuruh pengawalnya utmuk membebaskan sang pengawal yang
bijak untuk menceritakan the accident was happened to him. Sang raja dengan
menggebu-gebu pada akhirnya percaya pada perkataan sang pengwal bijak tersebut
then he realized there was something which he felt so unfair happened to his
wise bodyguard. “Kalau Allah memang tak pernah salah dalam perbuatan-Nya karena
kemahasempurnaan-Nya, lalu kenapa Dia membiarkanmu aku jebloskan ke penjara?”
the king asked wonderly, then the bodyguard response him wisely, “Karena jika
Dia tidak menjadikanku mendekam di penjara sehingga aku ikut denganmu untuk
kembali berburu di hutan, maka akulah yang akan dijadikan tumbal dan
dipersembahkan pada dewa mereka disebabkan anggota tubuhku yang masih
sempurna”.
Hey, what a deep story is! Isn’t it gengs?
Nah, from the story above I learned
that what I hate to be happen doesn’t mean bad to me because about destiny just
god knows. Maka aku yakin, dengan tidak mendapatkan apa yang telah aku
perjuangkan dan aku harapkan, it will be the way Allah loves me, treat me and
guide me into a right path. I’m really sure that he has a better planner than I
have thought. He certainly draw a beautiful paint on my life canvas, he have
arranged and written down a stunning story of my life. Bisa saja, jika aku mendapatkannya,
justru aku malah akan lebih buruk lantas terpuruk atau terjadi sesuatu di luar
ekspektasi yang buruk sekali, maka dari itu, Allah hindarkan aku dari
terkabulnya harapan itu. Allah maha sempurna dan perbuatan-Nya tak pernah
salah!