Generasi Millenial dalam Dunia Digital
Di era digital sekarang ini, generasi
millennial makin percaya diri menunjukkan eksistensinya di panggung hiburan,
apalagi media sosial seperti instagram telah menjadi magnet banyak orang dimana
mereka dapat mengakses ratusan gambar dan video yang bermacam-macam, contohnya komedi,
horor, berita, meme, hingga yang bersifat romantis, sehingga banyak
orang yang memanfaatkan instagram sebagai media promosi, jualan, atau sekedar
sarana penyalur bakat dengan menampilkan skill-nya dalam bernyanyi,
menari, atau bermain alat musik. Selain Instagram, Youtube memiliki peran yang
sangat mendominasi, bahkan bisa dikatakan menyaingi televisi yang makin hari
acaranya dinilai tidak bermutu, pasaran, hingga terlalu lebay. Sampai saat ini,
muncullah jutaan youtuber, mereka berlomba-lomba tampil di panggung hiburan
yang unlimited ini. Berbekal passion masing-masing, mereka
berhasil meraup keuntungan yang tidak sedikit, sebut saja Young Lex dengan
tampilannya yang cukup kontroversial, memiliki penghasilan rata-rata 32.500.000
per bulan. Sebuah angka yang sangat fantastis mengingat kerjaan para youtuber
tersebut hanya soal kuota internet, kamera, dan laptop/komputer. Meski hal ini
tampak sederhana, sebenarnya menjadi youtuber merupakan pekerjaan yang tidak
mudah, karena dibutuhkan kreativitas tingkat tinggi demi menciptakan video yang
menarik, kekinian, dan tidak membosankan sehingga bisa menarik ratusan ribu
hingga jutaan penonton dan subscriber.
Bagi para netter, atau orang yang sering
berselancar di dunia maya, terutama untuk mengakses konten-konten hiburan yang
disajikan oleh remaja zaman now, pasti mengenal siapa itu Reza Oktavian,
Agung Hapsah, dan Chandra Liouw. Saya sebagai generasi anak tahun reformasi,
baru-baru ini sedang asyik-asyiknya mencari informasi tentang mereka, dengan
menonton video youtubenya dan melihat-lihat feed instagram mereka.
Seketika, timbul berbagai impression menyaksikan konten-konten mereka di
youtube maupun instagram. Takjub? ttentu saja, itu di antaranya. Bagaimana
remaja seumuran mereka sudah dapat menghasilkan karya-karya digital yang dan
sangat menarik. Padahal, kalau dilihat dari topik yang mereka angkat dalam
video-video youtube mereka, I thought itu bukan sesuatu yang penting
untuk dibahas. Misalkan tentang aktivitas pacarannya Reza Oktavian dan Wendy. Hey,
what will we get from this video? Tapi, berbekal kreativitas mereka yang
tanpa batas, jadilah video-video mereka yang dari segi temanya tampak sangat
tidak penting untuk dibahas, menjadi daya tarik yang kuat bagi banyak orang,
hal ini terbukti dari follower Instagram Reza yang mencapai satu juta
dan jumlah penonton videonya yang mampu menembus angka lebih dari setengah
juta. Demikian halnya dengan Agung Hapsah, yang sempat merebut perhatian saya
bulan-bulan lalu, wkwk. Sedikit berbeda dengan Reza, isi videonya, in
my view lebih berfaedah, seperti
membuat film dan membahas topik yang
sedang hangat-hangatnya meski sisanya, jika ia sudah mengalami mental block dan
sedang sibuk-sibuknya sekolah, maka ia akan mem-post video-video yang bisa
menjawab segala rasa penasaran orang tentang dirinya: Q&A (question and
ask), berbagai pertanyaan tentang dirinya yang dilayangkan melalui instagram
akan ia jawab, seperti how he could speak English fluently? Mengingat
fasihnya ia dalam berbahsa Inggris, atau hal-hal sepele mengenai aktivitasnya
sehari-hari. Sedangkan Chandra Liow, sebagaimana kedua temannya ini, telah
tampil lebih dulu sebelum mereka, dengan genre humor yang ia bawa, bersama
teman-temannya, sebut saja Devina Aurel, dan beberapa konten video dengan genre
yang berbeda, mampu mengantarkannya menjadi peraih nominasi di tiga kategori
(Best Youtube Channel, best Youtube Personality, dan kategori Lifetyle) pada
penghargaan Influence Asia 2015, sebuah penghargaan media sosial terbesar di
Singapura, selain itu saluran Youtube-nya telah menerima penghargaan Good
Play Button dari Youtube sendiri karena memiliki lebih dari satu juta
pelanggan video.
Selain tiga aktor youtube di atas, tentu masih
sangat banyak para youtuber Indonesia that good in showing their passion
into videos yang melejitkan popularitas mereka. Bukan hanya soal komedi
seperti yang diusung Chandra Liow atau giving information by interesting
display dan film making yang dibawakan oleh Agung Hapsah, tetapi
video-video tentang review kosmetik dan alat kecantikan atau yang lebih dikelan
sebagai beauty vlogging juga makin banyak digandrungi, sebut saja
Cindercella, Nanda Arsynta, Janine Intansari, dan Dewi Ayu yang banyak
berkiprah dalam bidang ini, atau passion serupa yang dibubuhi dengan
parody dan komedi seperti yang ditampilkan oleh Rachel Goddard. Masih sangat
banyak hal-hal yang diangkat menjadi topik atau tema dalam menciptakan video,
berikut genre-nya. Tinggal kita yang baru mampu sebagai penontonnya yang
menyeleksi mana tontonan yang baik dan bermanfaat untuk diakses, dan tergantung
tujuan dalam menonton, apakah hanya sekedar sebagai hiburan ataukah hingga
berorientasi pada pendidikan. Selamat berselancar di dunia digital!
0 komentar:
Posting Komentar