Minggu, 15 Oktober 2017

Generasi Millenial dalam Dunia Digital

Di era digital sekarang ini, generasi millennial makin percaya diri menunjukkan eksistensinya di panggung hiburan, apalagi media sosial seperti instagram telah menjadi magnet banyak orang dimana mereka dapat mengakses ratusan gambar dan video yang bermacam-macam, contohnya komedi, horor, berita, meme, hingga yang bersifat romantis, sehingga banyak orang yang memanfaatkan instagram sebagai media promosi, jualan, atau sekedar sarana penyalur bakat dengan menampilkan skill-nya dalam bernyanyi, menari, atau bermain alat musik. Selain Instagram, Youtube memiliki peran yang sangat mendominasi, bahkan bisa dikatakan menyaingi televisi yang makin hari acaranya dinilai tidak bermutu, pasaran, hingga terlalu lebay. Sampai saat ini, muncullah jutaan youtuber, mereka berlomba-lomba tampil di panggung hiburan yang unlimited ini. Berbekal passion masing-masing, mereka berhasil meraup keuntungan yang tidak sedikit, sebut saja Young Lex dengan tampilannya yang cukup kontroversial, memiliki penghasilan rata-rata 32.500.000 per bulan. Sebuah angka yang sangat fantastis mengingat kerjaan para youtuber tersebut hanya soal kuota internet, kamera, dan laptop/komputer. Meski hal ini tampak sederhana, sebenarnya menjadi youtuber merupakan pekerjaan yang tidak mudah, karena dibutuhkan kreativitas tingkat tinggi demi menciptakan video yang menarik, kekinian, dan tidak membosankan sehingga bisa menarik ratusan ribu hingga jutaan penonton dan subscriber.
Bagi para netter, atau orang yang sering berselancar di dunia maya, terutama untuk mengakses konten-konten hiburan yang disajikan oleh remaja zaman now, pasti mengenal siapa itu Reza Oktavian, Agung Hapsah, dan Chandra Liouw. Saya sebagai generasi anak tahun reformasi, baru-baru ini sedang asyik-asyiknya mencari informasi tentang mereka, dengan menonton video youtubenya dan melihat-lihat feed instagram mereka. Seketika, timbul berbagai impression menyaksikan konten-konten mereka di youtube maupun instagram. Takjub? ttentu saja, itu di antaranya. Bagaimana remaja seumuran mereka sudah dapat menghasilkan karya-karya digital yang dan sangat menarik. Padahal, kalau dilihat dari topik yang mereka angkat dalam video-video youtube mereka, I thought itu bukan sesuatu yang penting untuk dibahas. Misalkan tentang aktivitas pacarannya Reza Oktavian dan Wendy. Hey, what will we get from this video? Tapi, berbekal kreativitas mereka yang tanpa batas, jadilah video-video mereka yang dari segi temanya tampak sangat tidak penting untuk dibahas, menjadi daya tarik yang kuat bagi banyak orang, hal ini terbukti dari follower Instagram Reza yang mencapai satu juta dan jumlah penonton videonya yang mampu menembus angka lebih dari setengah juta. Demikian halnya dengan Agung Hapsah, yang sempat merebut perhatian saya bulan-bulan lalu, wkwk. Sedikit berbeda dengan Reza, isi videonya, in my view  lebih berfaedah, seperti membuat film dan  membahas topik yang sedang hangat-hangatnya meski sisanya, jika ia sudah mengalami mental block dan sedang sibuk-sibuknya sekolah, maka ia akan mem-post video-video yang bisa menjawab segala rasa penasaran orang tentang dirinya: Q&A (question and ask), berbagai pertanyaan tentang dirinya yang dilayangkan melalui instagram akan ia jawab, seperti how he could speak English fluently? Mengingat fasihnya ia dalam berbahsa Inggris, atau hal-hal sepele mengenai aktivitasnya sehari-hari. Sedangkan Chandra Liow, sebagaimana kedua temannya ini, telah tampil lebih dulu sebelum mereka, dengan genre humor yang ia bawa, bersama teman-temannya, sebut saja Devina Aurel, dan beberapa konten video dengan genre yang berbeda, mampu mengantarkannya menjadi peraih nominasi di tiga kategori (Best Youtube Channel, best Youtube Personality, dan kategori Lifetyle) pada penghargaan Influence Asia 2015, sebuah penghargaan media sosial terbesar di Singapura, selain itu saluran Youtube-nya telah menerima penghargaan Good Play Button dari Youtube sendiri karena memiliki lebih dari satu juta pelanggan video.

Selain tiga aktor youtube di atas, tentu masih sangat banyak para youtuber Indonesia that good in showing their passion into videos yang melejitkan popularitas mereka. Bukan hanya soal komedi seperti yang diusung Chandra Liow atau giving information by interesting display dan film making yang dibawakan oleh Agung Hapsah, tetapi video-video tentang review kosmetik dan alat kecantikan atau yang lebih dikelan sebagai beauty vlogging juga makin banyak digandrungi, sebut saja Cindercella, Nanda Arsynta, Janine Intansari, dan Dewi Ayu yang banyak berkiprah dalam bidang ini, atau passion serupa yang dibubuhi dengan parody dan komedi seperti yang ditampilkan oleh Rachel Goddard. Masih sangat banyak hal-hal yang diangkat menjadi topik atau tema dalam menciptakan video, berikut genre-nya. Tinggal kita yang baru mampu sebagai penontonnya yang menyeleksi mana tontonan yang baik dan bermanfaat untuk diakses, dan tergantung tujuan dalam menonton, apakah hanya sekedar sebagai hiburan ataukah hingga berorientasi pada pendidikan. Selamat berselancar di dunia digital!

0 komentar:

Posting Komentar