Minggu, 10 Desember 2017

About Essay on Western Educational Style

Postingan sebelumnya I have told about how to make a good essay based in workshop which was held on whatsapp. Nah, kali ini I will talk about the same theme, tapi kali ini more specific. Essay dengan tipe yang lebih tinggi lagi levelnya. Penulisan essay yang disesuaikan dengan educational style di Barat. What an interesting title, isn't it?
Okey, as always ya, I have copied a text from stranger on whatsapp about it.
Let's see!
***

self reminder, persiapan untuk menghadapi western education style.
- dari fb -


SISTEM PENILAIAN ESSAY DI UNIVERSITAS INGGRIS

Di tulisan kali ini, saya akan membahas tentang sistem penilaian essay di universitas Inggris mengingat banyak yang menghubungi saya tentang hal ini. Semoga cukup memberikan gambaran terutama bagi yang akan melanjutkan kesana. Nah, berikut sistem penilaian essay S2 di jurusan saya, MSc TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages), Graduate School of Education, University of Bristol. Bisa jadi ada perbedaan dengan jurusan lain atau dengan universitas lain, tapi insyaaAllah bisa mewakili.

1. SEMUA SERBA ONLINE : APA ITU BLACKBOARD?

Sebelum masuk ke komponen penilaian, kita bahas dulu ya apa itu Blackboard. Blackboard (BB) adalah sebuah aplikasi khusus yang digunakan untuk mempermudah pembelajaran. Di kampus saya, semua mahasiswa memiliki akun untuk mengakses BB. Semua materi kuliah, daftar reading lists alias daftar jurnal/buku apa saja yang harus dibaca, info-info terkait perkuliahan, juga pengumpulan tugas. Dengan kata lain, pengumpulan tugas dilakukan secara online dengan mengupload tugas essay ke BB. Tidak perlu print out tugas dan menjilidnya. Tinggal log in, pilih mata kuliah yang dimaksud, klik bagian assignment. Nanti akan muncul plagiarism test untuk kembali mengingatkan bahwa kita sudah benar benar mengerti apa saja hal yang membuat tugas seseorang dianggap sebagai plagiarisme dan yakin tidak ada plagiarisme dalam tugas kita. Setelah mengisi plagiarism test, akan muncul menu 'assignment submission point' untuk mengupload tugas kita. Saat nilai keluar, mahasiswa juga mengaksesnya via BB.

2. APA YANG DIUPLOAD?

Di jurusan saya, ada 2 bagian yang harus diupload : essay yang kita tulis dan cover sheet yang berisi data tugas (nama mahasiswa, unit mata kuliah, kode unit, judul essay, jumlah kata) dan lembar penilaian (feedback form) yang meliputi komponen penilaian, written comments dari penilai, dan agreed score atau nilai akhir yang disetujui penilai. Nah, di jurusan atau universitas lain ada yang meminta mahasiswa untuk tidak menuliskan nama. Cukup student number saja. Foto-foto ini adalah foto cover sheet yang saya maksud.

3. KOMPONEN PENILAIAN

Bisa dilihat pada foto-foto ini, ada beberapa komponen penilaian. Di setiap komponen, ada 5 tingkatan penilaian dari tingkatan yang bagus sekali hingga yang jelek sekali, yang akan dicentang oleh tim penilai (lihat di foto) berdasarkan kelayakan essay kita. Kita bahas satu satu yaaa.

1) Knowledge and Understanding : sedalam apakah pemahaman mahasiswa tentang materi-materi dalam mata kuliah ini.

2) Approach/ Analysis : kemampuan mahasiswa untuk menunjukkan bukti (evidence), critical thinking, dan kemampuan mahasiswa untuk memaparkan berbagai macam perspective (wide range of perspective).

3) Organisation and Structure : struktur dari essay kita, koheren atau tidak, well structured atau tidak, bagaimana cara penyampaian argument secara logis, dkk (selengkapnya bisa dilihat di foto).

4) Use of Sources : bagaimana kita menggunakan sources/ references dari teori atau penelitian lain di essay kita, apakah kita memamaparkan sources nya hanya dengan cara deskriptif atau ada degree of criticality (tidak hanya mendeskripsikan, namun tetap ada komentar kritisnya), juga tentang referencing style. Kakau di kampus saya, menggunakan Harvard Style. Selengkapnya lihat foto yaa.

5) Style and Presentation : presentasi dari essay kita, termasuk juga di dalamnya mengenai grammar, apakah tugas ditulis dengan bahasa akademik yang bagus, apakah terdapat linguistic errors, dan sebagainya. Selengkapnya lihat di foto.

Nah, karena banyak komponen penlaiannya, jadi belum tentu yang academic writingnya sudah bagus sudah pasti akan mendapat nilai bagus jika essay nya terlalu descriptive alias tidak ada critical thinking di dalamnya :)

Memang, soal critical thinking ini adalah momok terutama bagi mahasiswa Asia karena memang belum terbiasa. Namun tidak perlu khawatir, semua bisa dilatih. Pembahasan khusus mengenai critical thinking insyaaAllah akan saya tulis di tulisan berikutnya, termasuk bagaimana cara menumbuhkan critical thinking yang diajari Dr. Woodfield, supervisor saya.

4. JUMLAH KATA.

Wah, ada pembatasan jumlah kata? Iya. Ada ketentuan berapa jumlah kata maksimal sebuah essay. Di jurusan saya, rata- rata 4000 kata per essay. Boleh kurang atau lebihnya adalah 10% dari jumlah kata yang ditentukan. Jika terlalu kurang atau terlalu over, tentu aka mempengaruhi nilai. Termasuk juga dalam menulis disertasi S2 dimana jumlah katanya adalah 15.000 dengan boleh lebih atau kurangnya adalah 10%. Bahkan, jelas tertulis di aturan disertasi, jika kurang jumlah kata atau terlalu over jumlah katanya, maka disertasi tidak akan dinilai.

5. SIAPA YANG MENILAI?

Seperti yang tertera dalam foto dibawah, ada 2 marker (penilai) disini yang terdiri dari first maker yang merupakan dosen mata kuliah tersebut, dan second marker yang merupakan dosen mata kuliah lain. Nah, kenapa harus ada 2 penilai? Tentu saja untuk menjaga objektifitas dari dosen pengampu mata kuliah tersebut. Bisa saja, kan, dosen memberikan nilai A untuk essay yang sebetulnya sangat tidak layak mendapat nilai A karena ingin menunjukkan bahwa ia berhasil mengajar, atau memberikan nilai D untuk mahasiswa yang tidak ia sukai? Begitu hati-hatinya mereka soal objektifitas dalam penilaian sehingga melibatkan second marker alias dosen lain untuk ikut memberikan nilai juga (meskipun insyaaAllah dosen dosen disini sangat fair). Nilai akhir yang didapat adalah nilai yang disetujui oleh 2 penilai tersebut.

6. BAGAIMANA JIKA GAGAL?

Berdasarkan tingkatan penilaian yang ada di lembar penilaian di foto ini, ada 5 tingkatan penilaian : A, B, C, D, dan E (di jurusan lain ada yang menggunakan sistem angka). Untuk lulus mata kuliah tertentu, mahasiswa harus memperoleh nilai minimal C atau 50 jika menggunakan nilai angka. Bagaimana jika gagal?

Mahasiswa yang memperoleh nilai D atau E dianggap gagal. Nah, di kampus saya, mahasiswa diberi kesempatan sekali lagi untuk resubmission alias mengulang dengan syarat nilainya D dan sebagus apapun essay hasil mengulangnya nanti, ia hanya akan mendapatkan nilai C. Dengan kata lain, yang mendapatkan nilai E sudah fix gagal dimata kuliah tersebut. Juga jika hasil mengulangnya tetap gagal, maka mahasiswa tidak punya kesempatan lagi. Selain itu, di jurusan saya, mahasiswa hanya boleh gagal maksimal 2 mata kuliah saja. Bagaimana jika lebih dari itu? Jika lebih dari itu, pada akhir nanti maka mahasiswa akan dikeluarkan dari kampus tanpa gelar. Tapi, jika memenuhi syarat kredit minimal, mahasiswa akan dikeluarkan dengan diberikan predikat Postgraduate Diploma (bukan gelar master).

Namun, mahasiswa bisa melakukan banding ketika mereka dikeluarkan dengan mengemukakan alasan dan bukti yang kuat, misalnya saja ketika periode essay, mahasiswa sedang dalam kondisi hamil yang membuatnya lemah dan harus bedrest, stress dan depresi yang parah, sakit parah, dan sebagainya. Dikabulkan atau tidaknya, examiner board universitas yang menentukan.

7. PLAGIAT = KELAR HIDUP LO!

Yup, disini, plagiarisme memang dianggap sebagai kejahatan yang sangat serius. Jangan coba coba untuk mencontek tugas orang lain atau copy paste dari internet karena artinya kalian bunuh diri. Universitas memiliki pendeteksi plagiarisme bernama TURNITIN yang begitu 'kejam' mendeteksi plagiarisme, termasuk juga saat kalian melakukan self-plagiarism alias plagiat tugas kalian sendiri yang pernah kalian tulis.

Seperti yang sering saya ceritakan, saya sendiri pernah gagal di salah satu mata kuliah hanya karena (entahlah bagaimana ceritanya saya bisa) ceroboh lupa menulis tanda kutip untuk kutipan langsung sehingga oleh turnitin dianggap sebagai plagiarisme. Bagi yang ketahuan melakukan plagiarisme, maka akan disidang oleh anggota examiner board kampus. Konsekuensinya mulai dari gagal mata kuliah tersebut dan harus mengulang, sampai dikeluarkan tanpa gelar. Beruntung, saya tidak disidang karena kasus saya dianggap tidak begtu serius : hanya karena lupa tanda kutip. Sehingga saya cukup mengumpulkan ulang essay yang sama setelah menambahkan tanda kutip di beberapa kutipan langsung di essay saya.

Well, beginilah sistem penilaian essay-nya. Ngeri? Memang. Tapi ini bukan untuk menakuti, melainkan agar siapapun yang akan lanjut ke luar negeri bisa lebih mempersiapkan diri. Sebab jangan sampai kuliah ke luar negeri hanya karena gengsi, atau mengikuti trend masa kini. Karena belajar di luar negeri betul-betul membutuhkan komitmen yang tinggi :)

Selamat mempersiapkan diri ❤

Salam scholars 😇
Fuji

0 komentar:

Posting Komentar