*ESAI? Apa sih ESAI itu?*
Kalau menurut KBBI, esai itu karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut pandang pribadi penulisnya.
Mudahnya, esai itu sebuah gagasan/ide yang dijabarkan dalam serangkaian kalimat membentuk suatu pemahaman baru 🙃
*Bedanya sama karya tulis lainnya seperti KTI atau _literature review_?*
Ummmm gini:
*KTI*. Definisi KTI ini juga macem-macem sih ya, kan beberapa universitas ada yang menyebutkan tugas akhir alias skripsi alias laporan penelitiannya itu sebagai KTI. Ada juga yang mendefinisikan KTI sebagai gagasan tertulis yang _pure_ ide bukan hasil penelitian, tapi tetap ya didasarkan pada sumber-sumber yang bisa dipertanggungjawabkan ❣ Biasanya kalau KTI itu susunannya tebal, 20-30an halaman diawalin dari abstrak, latar belakang, tinjauan pustaka, metode penulisan, hasil dan/atau pembahasan, simpulan saran, daftar pustaka. Kalau untuk lomba, formatnya bisa bervariasi tergantung dari si penyelenggara.
*Litrev*. Nah kalau litrev itu bentuk singkatnya KTI. Jadi, formatnya kurang lebih sama seperti KTI, abstrak, label, tipus, metode, hasil dan/atau pembahasan, simpulan saran, daftar pustaka. Tapi lebih tipis, biasanya dibatasi hanya 8-10 halaman gitu. Litrev ini bisa hasil tinjauan pustaka bisa juga hasil penelitian. Bentuknya semacam artikel dalam sebuah jurnal. Kalau untuk lomba, terkadang ada penyelenggara yang menyamakan KTI dengan litrev (sama-sama tebel gitu, 20-30 halaman).
*Esai*. Esai ini ringkas, sama kaya litrev 8-10 halaman tapi formatnya lebih bebas, lebih fleksibel. Ada 3 bagian biasanya, yaitu pendahuluan, isi, penutup. Pendahuluan menjelaskan latar belakang, isi menjelaskan hasil studi pustaka atau pembahasan yang bisa disampaikan dalam bentuk subjudul-subjudul, terus penutup biasanya simpulan saran ditambah dapusnya. Nggak sekaku KTI atau litrev, bisa juga ditulis paragraf aja tanpa subjudul-subjudul.
Dan mungkin, _tanpa disadari_ kalian udah pada bisa dan biasa kok nulis esai dari jaman SD 🎀 HAHAHA
Macam esai itu ada dua, ada esai populer dan esai ilmiah. Bedanya diisi yang bakal dibahas.
Contoh _*esai populer*_ itu seperti motivation letter, cerita tentang pengalaman di sebuah kota, pandangan kita terhadap suatu situasi, suatu inovasi dalam memberikan penyuluhan, dsb. Jadi, lebih santai bukan suatu tulisan yang harus bersitasi tetapi bisa juga tetep pakai sitasi, cerpen juga bisa disebut sebagai esai populer lho. Beda nih sama _*esai ilmiah*_, yang mana biasanya bahasannya lebih berbobot didasarkan pada hasil studi pustaka yang sudah ada sebelumnya.
Di kalangan mahasiswa, biasanya lomba itu lebih ke arah esai ilmiah. Sementara, di kalangan pelajar lomba itu lebih ke arah esai populer. Namun, tidak menutup kemungkinan juga kalau jenis esai yang dilombakan di kalangan mahasiswa atau pelajar sama, sama-sama populer atau sama-sama ilmiah, kan sejatinya serupa 🙃
*Esai yang menarik?*
Umm esai yang menarik itu esai yang gagasannya baru dan aplikatif serta disusun secara simple dan sistematis.
_Nah, biar bisa menarik gimana sih?_
Ya yang pertama pasti dari idenya dulu lah ya. *IDE*, sebuah dasar pemikiran. Nggak harus yang susah atau ribet, yang simpel juga bisa jadi menarik kalo PENYUSUNANNYA oke.
Ide sebenernya bisa dateng darimana aja, kapan aja, dimana aja kalau kalian mau membuka pikiran kalian, kalian lagi bagus moodnya, kalian tertarik, dan emang beneran pengen cari ide. _Optimalkan fungsi pancaindra kita_ 😆
1. Baca buku, artikel, majalah, atau koran. Mulailah mau dari materi berat ke materi ringan atau dari materi ringan ke materi berat, dicoba dulu aja baca-baca, kali tiba-tiba jadi dapet ide.
2. Saat pembelajaran dengan guru atau dosen, ide bisa datang. Perhatikan saja cerita atau materi yang disampaikan olehnya.
3. Saat mengikuti seminar, simposium, atau workshop. Kalau bisa fokus, terkadang banyak ide bisa didapat.
4. Lihat dan bergaul dengan lingkungan sekitar. Dari masyarakat atau bahkan dari keluarga sendiri, ide itu bisa kita peroleh, pasti ada masalah yang bisa diangkat menjadi suatu ide.
Intinya adalah berusaha mendapatkan suatu _*kata kunci*_ 🔑

Kata kunci tersebut bisa seperti puzzle, datengnya nggak langsung barengan, nggak langsung jadi satu kata kunci penuh, datengnya kepotong-potong. Jadi, kita harus bisa menyatukan puzzle itu dulu, menyatukan kata kunci hingga akhirnya menjadi suatu ide yang bisa dikembangin.
Judul lagu D’massive perlu diterapkan dalam pencarian ide, JANGAN MENYERAH 😋 Kalo gampang putus asaan mah, susah mau cepet dapet idenya HIHIHIHI pokoknya kalo sempet kepikir satu ide, sempet dapet suatu kata kunci, simpan dulu aja, tulis aja dulu. Seiring perjalanan waktu, bisa kok pasti bisa satu ide itu mengembang 🤗
Biar idenya jadi cantik, kita harus bisa membuat suatu susunan kalimat yang simple dan sistematis. Awali dulu dengan niat dan motivasi yang kuat buat mulai menulis 💡 Terus bikin deh *outline atau poin-poin* dari ide yang mau dikembangin, dirancang kirakira apa aja nih yang mau ditulis, buat bentuk kasarnya dulu deh. Nggak boleh males dibikin, gimana caranya pokoknya harus ditulis dulu ide yang lewat di pikiran kita 📋 Kalo stuck di tengah-tengah? Yaudah ditinggalin dulu aja, refreshing dulu segerin pikirannya, baru ntar kalo udah balik lagi moodnya dilanjutin 🐍
*Gambar atau tabel* gitu menurut saya oke sih dimasukkin dalam bagian dari sebuah esai, biar nggak bikin males yang baca juga, biar nggak padet isinya tulisan doang. Semisal ada ide tentang budaya, bagus tampaknya kalau bisa menampilkan gambaran budaya yang ingin diceritakan. Semisal ada ide tentang suatu alat, bisa rancangan alatnya dimasukkan sebagai gambaran.

Tonjolin lah bagian *inovasinya*, aplikasinya, kalo bisa sekalian dijabarkan *SWOT* dari ide tersebut, buat suatu bagan. Tapiiiii jangan kebanyakan gambar juga, maksimal 3-5 gambar dan/atau tabel boleh.
Theeeen *quote atau akronim*, bisa diletakkan di awal atau di akhir esai. Mencari quotes yang berhubungan dengan isi dari esai, akronim juga bisa diterapin buat bagian judul. Cukup menarik lho baca bacaan yang bikin orang penasaran hihihi apalagi kalo ini buat suatu kompetisi yang penilaiannya menggunakan presentasi, quote atau akronim bisa menarik perhatian audiens bahkan jurinya hehe tapi quote atau akronimnya yang nyambung ya sama isi materi, jangan OOT. Hehe ✌🏻
Daaaaan untuk meyakinkan bahwa tulisan yang kita buat itu menarik, jangan malas untuk *check n recheck*! Jangan sampai ada typo, jangan sampai ada kalimat inkoheren, jangan sampai menyesal kalau ada hal kecil tapi punya peranan penting justru tidak terkoreksi dengan baik 👻
Ummm…. Apa ya?!?!?!?! 🤔
Tips tricknya harus *terbiasa ikut lomba* 🌞 Harus ada keyakinan dan kemauan yang kuat, berani mencoba, sering berlatih, dan tidak mudah putus asa. Bisa itu karena terbiasa 😉 Jadi, harus bisa bikin *sugesti positif* dulu ke dalam diri sendiri. Semuanya akan mudah kalo kita udah ada keberanian dulu keluar dari zona aman nyaman dan tenang melewati rintangan xoxo! 🤠 Kalau udah nih membiasakan ikut lomba, tapi kok masih gagal-gagal aja, coba instropeksi. Gimana ide kalian, gimana cara menulis kalian, sudah menarikkah? sudah sistematiskah? Coba bikin *evaluasi dan inovasi* dari karya-karya yang sudah pernah kalian buat tetapi belum berkesempatan lolos dalam suatu kompetisi, jangan didiemin aja, sayang dong waktu yang udah kalian buang buat bikin tulisan itu hihihi cari inspirasi baru dan _*keep ur spirit up*_! 💪🏻
0 komentar:
Posting Komentar